contoh artikel hubungan seni dan imajinasi
Hubungan seni dan imajinasi
Setelah belajar tentang seni dalam ruang lingkup kefilsafatan, kita dapat
menggali lebih dalam apasih yang dimaksud dengan seni itu sendiri. Menurut
pendapat Aristoteles seni itu mimesis, yaitu meniru alam. Namun ketika seni itu
dikaitkan dengan imajinasi atau alam ide manusia, seni itu tidak hanya meniru
kenyataan alam atau dunia tampak saja. Melainkan seni itu merupakan
representasi dari alam ide seniman tersebut. Kaum romantik Eropa berpendapat
bahwa dunia tampak itu hanyalah objek yang tak berjiwa, dan hanya dinamika dan
vitalitas si seniman sajalah yang mampu menghidupkan obejek-objek yang tak
berjiwa itu melalui kedalaman dan ketinggian dunia idenya. Sekelompok manusia
tersebut dapat disebut sebagai golongan imajiner. Golongan imajiner dalam dunia
seni rupa antara lain aliran ekspresi, mythopoeic, surealisme yang pada
hakikatnya menyatakan bahwa kenyataan yang ada dalam seni itu berbeda
dengan kenyataan pada dunia nyata. Seorang seniman besar pernah mengatakan bahwa
seniman itu tidak menciptakan apa yang sudah terlihat melainkan menciptakan apa
yang akan terlihat.
Pada dasarnya seni itu bukan semata-mata meniru realitas
keadaan alam. Maka dari itu seorang seniman harus memiliki semacam potensi
makna intelektual yang berfungsi untuk mengorganisirsecara mental sesuatu
diluar dirinya. Makna intelektual seniman bukan hanya memberi makna atau
struktur pada kenyataan alamiah, tetapi juga menemukan struktur alam itu
sendiri. Jadi, harus ada konstruksi mental dan konstruksi itu ada dalam sesuatu
objek yang mati itu. Pemikiran ini akhirnya melahirkan konsep "seni
untuk seni". Mereka menyebut dunia seni sebagai suatu dunia seni yang
merupakan dunia lain. mereka dikenal sebagai kaum estet. Doktrinnya yang terkenal
adalah bahwa seniman tidak punya keterkaitan dengan masalah sosial, olitik, dan
moral, tetapi juga menolak anggapan bahwa seni itu berpisah dengan kenyataan.
Tugas seniman adalah menciptakan kesadaran sosial atas realitas itu
sendiri. Sehingga hubungan seni dan imajinasi
adalah imajinasi sebagai unsur pembentuk, dan seni sebagai hasil dari karya
yang terbentuk, misalkan seperti dalam membangun rumah diperlukan arsitek untuk
membuat desain terlebih dahulu, sebelum para pekerja dapat memproses
pembangunannya. Karena hal tersebut seni dan imaginasi sangat berhubunga satu
dengan lainya.
latar sosial seni
Karya seni ada karena ada seorang seniman yang
menciptakannya dan setiap sniman selalu berasal dan hidup dari masyarakat
tertentu. Kehidupan tersebut merupakan kenyataan yang langsung dihadapi sebagai
rangsangan atau pemicu kreativitas kesenimannya. daam menghadapi rangsangan
penciptaannya, seniman mngkin sekedar saksi masyarakat, atau bisa juga
sebagai pengkritik masyarakat atau sekedar memberikan pandangan baru yang
sama sekali asing pada masyarakatnya.
Seni sebagai
Produk Masyarakat
Seni bagi masyarakat adalah sarana
untuk peneguh kembali, pendidikan nilai-nilai mapan masyarakat. Dengan
demikian, seni merupakan produk dari masyarakatnya adalah benar selama dapat
dipahami bahwa karya seni tertentu itu diterima oleh masyarakat karena memenuhi
fungsi seni dalam masyarakatnya tersebut. Dalam artian karya seni tersebut
memiliki nilai guna.
Masyarakat sebagai Produk Seni
Berkaitandengan peranan seni dalam
pembentukan masyarakat harus ditinjau dari setiap konteks sosialnya. Misalnya
pada masyarakat Jawa tradisional, peranan wayang kulit dan wayang wong pada
masyarakat Jawa masih sangat kuat. Wayang adalah pembentuk rohani masyarakat Jawa serta guru dan sarana pendidikan
moralitas dan spiritualitas masyarakat Jawa. Maka peranan Seni dalam kehidupan
masyarakat dalam pembentukan masyarakat masih sangat besar. Dari pernyataan
tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat itu sendirilah yang menjadi pemeran
seni atau objek seni itu.
Seni dalam Konteks Moral
Seni dalam konteks moral
Seni
yang sejati sudah tentu bermoral, moralnya adalah keindahan itu sendiri, sebab
keindahan adalah kebaikan dan kebenaran. Berbicara mengenai seni dalam
hubungannya dengan moral, harus digolongkan menjadi menjadi beberapa persoalan,
yaitu Dalam persoalan pertama, antara seniman dan karyanya harus ada kesetaraan
dipandan dari segi moral. Seniman yang kehidupan moralnya tidak beres tidak
layak menghasilkan karya seni yang bermoral tinggi. Tetapi banyak seniman yang
kehidupan moralnya kadang berada dibawah moralitas orang biasa, tapi mereka
mampu menghasilkan karya seni yang mengandung moralitas tinggi.
Hasil
gambar dari anak paud banu manaf meika hulaiza (6 tahun) “saya menggambar buah
apel dan bunga yang akan di berikan penyihir kepada
putri raja yang sudah di beri racun”

Komentar
Posting Komentar