JURNAL PENGARUH MEROKOK PADA REMAJA PEMINUM KOPI TERHADAP KADAR KOLESTEROL DAN ASAM URAT DARAH DI DUSUN KERUJUK KABUPATEN LOMBOK UTARA
Origin by albi khatam, 21 juli 2023
Pengaruh Merokok Pada Remaja
Peminum Kopi Terhadap Kadar Kolesterol dan Asam Urat Darah Di Dusun
Kerujuk Kabupaten Lombok Utara
Albi Khatam1,
Pancawati Ariami2, Fihiruddin3,
Zainal Fikri4
1234 Jurusan
Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia
|
ABSTRACT |
|
Article Info |
|
|
Background:
Coffee contains cafestol and kahweol compounds that can affect lipid profiles
resulting in an increase in serum levels of Low density lipoprotein (LDL)
cholesterol, clogonic acid in coffee can inhibit the work process of xantine
oxidase which oxidizes hypoxanthine into xanthine which forms uric acid.
Coffee drinkers in smokers can increase the secretion of catecholamines which
can cause an increase in cholesterol. Research Objective: Knowing the effect of smoking in traditional coffee-drinking adolescents
on increasing cholesterol and uric acid blood levels in Kerujuk Hamlet, North
Lombok Regency. Research Methods: This study is a study
with analytical obsevational method, with a total sample of 30 samples. For
data analysis using independent sample T test. Research Results:
The results of the independent sample t test showed no significant difference
in the effect of drinking coffee on smokers who drink coffee and smokers who
do not drink coffee. The test is reinforced by the results of the average of
the two samples, it is known that there is a difference in difference, in the
results of cholesterol getting a difference of 12 and in the average results
of uric acid with a difference of 2. Conclusion:
There is no significant difference in adolescent smokers who do not drink
coffee and adolescent smokers who drink coffee. |
|
Article history: Received xxxxxxxxxx Revised xxxxxxxxxx Accepted xxxxxxxxx |
|
|
Keyword:
Cholesterol, Uric
Acid, coffee, Teenagers, Smokers. |
|||
|
|
|||
|
ABSTRAK
(bahasa Indonesia) |
|||
|
Latar Belakang: Kopi mengandung senyawa
kafestol dan kahweol yang bisa
mempengaruhi profil lipid sehingga terjadi peningkatan kadar serum kolesterol
Low density lipoprotein (LDL), asam klogonerat pada kopi bisa menghambat
proses kerja xantine oxidase yang mengoksidasi hipoxanthine menjadi xanthine
yang membentuk asam urat. Peminum kopi pada perokok bisa meningkatkan sekesi
katekolamin yang bisa menyebabkan peningkatan kolesterol. |
|||
|
Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh merokok
pada remaja peminum kopi tradisional terhadap peningkatan kadar kolesterol
dan asam urat darah di Dusun Kerujuk Kabupaten Lombok Utara. Metode Penelitan : Penelitian ini merupakan
penelitian dengan metode obsevasional analitik, dengan jumlah sampel sejumlah
30 sampel. Untuk analisis data menggunakan independent sampel T test. Hasil Penelitian : Hasil uji independent sample
t test menunjukan tidak ada perbedaan signifan terhadap pengaruh meminum kopi
pada perokok yang minum kopi dan perokok tidak minum kopi. Uji tersebut di
perkuat dengan hasil rerata dua sampel tersebut di ketahui ada perbedaan
selisih, pada hasil kolesterol di dapatkan selisih 12 dan pada hasil rerata
asam urat dengan selisih 2. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan
signifikan pada remaja perokok tidak minum kopi dan remaja perokok peminum
kopi. |
|||
|
Kata Kunci : Kolesterol, Asam Urat, kopi, Remaja, Perokok. |
|||
Pendahuluan
Kopi merupakan minuman yang
banyak digemari oleh
masyarakat dunia,
termasuk juga di Indonesia. Indonesia menghasilkan
kopi Robusta lebih banyak yaitu sekitar 93% dibandingkan dengan kopi Arabika. Berdasarkan data yang
didapatkan dari Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Tingkat konsumsi kopi nasional
pada tahun 2017 menunjukkan
angka sebesar 0,798 kg/kapita/tahun. Hasil survei menunjukkan tingkat konsumsi kopi nasional pada tahun
2017 mengalami penurunan pertumbuhan yaitu sebesar 8,38%. Pada tahun
2013 merupakan tahun
dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 28,92% dengan konsumsi kopi sebesar 1.371
kg/kapita/tahun. Secara berturut-turut dari tahun 2010 hingga tahun 2017 tingkat
konsumsi kopi nasional mengalami Fluktuasi dengan angka pertumbuhan rata-rata sebesar 2,11%. Jumlah
pengkonsumsi kopi
di era modern ini mulai
meningkat khususnya di wilayah
perkotaan
Kopi adalah campuran kimiawi yang mengandung
lebih dari
seribu zat molekul yang
berbeda, termasuk karbohidrat,
lipid,
senyawa nitrogen dan fenolik, vitamin, mineral, dan
alkaloid. Kafein, kafestol, kahweol, dan asam
klorogenat. Senyawa kafestol dan
kahweol pada kopi adalah alkohol diterpen
pentasiklik yang bersifat anti kanker dan hepatoprotektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafestol dan kahweol dalam jumlah konsumsi berlebih dapat meningkatkan
kolesterol
low density lipoprotein (LDL) plasma dan peningkatan homosistein
yang mungkin
secara
tidak langsung
meningkatkan
risiko penyakit kardivaskuler. Senyawa polifenol(asam klogonerat) pada
kopi dapat menghambat kerja xantine oxidase yang bekerja mengoksidasi hipoxanthine menjadi xantine oxidase yang selanjutnya
membentuk asam urat
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada enam
faktor utama orang minum kopi, yaitu mencegah rasa kantuk,
merelaksasi
pikiran, menyegarkan
napas, rasanya nikmat, alasan kesehatan, dan dapat mengurangi depresi. Budaya minum kopi juga dikatakan tidak memandang usia dan gender, sama halnya seperti
merokok berdasarkan survey yang di lakukan oleh peneliti didapatkan hasil bahwa
rata-rata perokok selalu merokok juga di barengi dengan kopi. Perilaku
merokok merupakan
perilaku yang membakar salah satu produk tembakau yang
dimaksudkan untuk dibakar, dihisap, dan/atau dihirup termasuk
rokok kretek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang
dihasilkan dari
tanaman nicotina tabacum, nicotina rustica dan spesies lainnya atau
sintesisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar,
dengan atau tanpa bahan tambahan. Kebiasaan merokok ini biasanya oleh
masyarakat Indonesia dipadukan dengan menikmati secangkir kopi yang katanya menambah nikmat dari rokok
yang sedang dihisap tersebut.
Di dalam rokok sendiri juga terdapat banyak kandungan di antaranya yaitu
kadar nikotin dan tar, Di dalam setiap jenis rokok terdapat jumlah nikotin dan
tar yang berbeda-beda, merokok dapat meningkatkan kolesterol LDL dan Trigliserid disebabkan karena
karbonmonoksida (CO) di dalam asap rokok
menggantikan tempat
oksigen
di hemoglobin,
sehingga menggangu pelepasan oksigen, dan mempercepat
terjadinya atheriosclerosis (pengapuran dinding pembuluh darah).
Karbonmonoksida (CO) dapat menurunkan
kapasitas latihan fisik, meningkatkan
viskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah
Selain merokok dan minum kopi, makanan juga
merupakan pemicu utama terhadap tingginya kadar kolesterol dan asam urat. Pada
umumnya, setiap orang memiliki asam
urat di dalam
tubuh karena pada setiap
metabolisme normal dihasilkan asam urat. Sedangkan pemicunya adalah makanan
dan senyawa lain yang banyak
mengandung purin, tubuh menyediakan 85 persen senyawa
purin untuk
kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan
purin dari makanan hanya
sekitar 15 persen(makanan
au). Sekitar
separuh kolesterol tubuh dibuat
oleh tubuh
sendiri dan
sisanya diperoleh
dari makanan yang kita makan sehari-hari.
Hepar dan usus masing-masing menghasil-
kan sekitar 10% dari sintesis total pada
manusia. Hampir semua jaringan yang memiliki sel berinti dapat
membentuk kolesterol, yang berlangsung di retikulum endoplasma dan sitosol. Kolesterol dapat
ditemukan dari berbagai makanan seperti daging
sapi, kambing, babi, ayam, dan
ikan. Kolesterol sangat
diperlukan untuk berbagai
macam
fungsi, seperti dalam pembuatan hormone, membentuk
dinding sel dan lain-lain
Mengonsumsi kopi di sertai merokok dan makan makanan yang banyak mengandung
lemak dan purin sangat tidak baik untuk kesehatan, hal itu akan menyebabkan
timbulnya berbagai macam penyakit salah satunya apabila banyak lemak jahat
dalam tubuh atau hipercholesterolemia
maka akan meningkatkan resiko terkena Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang di sebabkan meningkatnya kadar LDL di dalam
darah sehingga menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah dan juga bisa
mengakibatkan stroke, dan peningkatan
kadar asam urat atau hiperuricemia
juga bisa memicu batu ginjal, kerusakan pada sendi, dan juga diabetes
Berdasarkan dari latar belakang yang sudah di paparkan,
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh merokok pada remaja peminum Kopi Tradisional Terhadap Kadar
Kolesterol dan Asam Urat Darah di Dusun Kerujuk Kabupaten Lombok Utara”.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode
obsevasional analitik. Dalam penelitian ini di lakukan pemeriksaan kadar
kolesterol dan asam urat terhadap remaja peminum kopi dan juga perokok, sebelum
pemeriksaan di berikan kuesioner terkait lama merokok, makanan yang di konsumsi
satu minggu terakhir, dan apakah rutin berolahraga.
Penelitian
ini menggunakan pendekatan cross
sectional dimana pengumpulan data, baik variabel independen maupun variabel
dependen, dilakukan secara bersama-sama atau sekaligus. Dan
untuk mendapatkan jawaban dari landasan teori mengenai pengaruh merokok pada remaja peminum kopi terhadap kadar kolesterol dan
asam urat darah di dusun kerujuk kabupaten lombok utara.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Sampel yang di gunakan pada penelitian
ini berjumlah 30 sampel dengan rincian 15 remaja yang minum kopi tidak merokok,
dan 15 remaja yang meminum kopi yang merokok. Adapun hasil pemeriksaan dapat
dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.1 hasil pemeriksaan kolesterol dan asam urat
remaja minum kopi yang tidak merokok
|
No |
Inisal |
umur |
Hasil laboratorium |
Keterangan |
||
|
Kolesterol (mg/dl) |
Asam urat (mg/dl) |
Lama merokok |
olahraga |
|||
|
1. |
SA |
21 |
160 |
8.8 |
|
Tidak |
|
2. |
FQ |
20 |
201 |
5.2 |
|
Iya |
|
3. |
IR |
23 |
200 |
6.9 |
|
Iya |
|
4. |
AF |
19 |
204 |
4.1 |
|
Iya |
|
5. |
MG |
20 |
183 |
6.2 |
|
Tidak |
|
6. |
ZQ |
20 |
172 |
7.0 |
|
Tidak |
|
7. |
AH |
18 |
161 |
12.0 |
|
Tidak |
|
8. |
RP |
20 |
134 |
5.6 |
|
Iya |
|
9. |
ZK |
21 |
120 |
4.9 |
|
Iya |
|
10. |
NZ |
23 |
124 |
6.0 |
|
Tidak |
|
11. |
IK |
25 |
170 |
6.6 |
|
Tidak |
|
12. |
MR |
23 |
163 |
7.2 |
|
Iya |
|
13. |
FK |
21 |
206 |
4.4 |
|
Tidak |
|
14 |
JD |
20 |
142 |
5.0 |
|
Iya |
|
15. |
RZ |
19 |
192 |
8.2 |
|
Tidak |
|
Nilai rata-rata |
170 |
6.2 |
|
|||
|
Nilai tertinggi |
206 |
12.1 |
||||
|
Nilai terendah |
120 |
4.1 |
||||
Berdasarkan data pada
tabel hasil laboratorium bisa dilihat nilai rata-rata kolesterol dari 120 – 206
adalah 170, dan pada hasil pemeriksaan asam urat dapat dilihat nilai rata-rata
asam urat 4.1-12.1 adalah 6.2.
Tabel 4.2 hasil pemeriksaan kolesterol dan asam urat
remaja peminum kopi yang merokok
|
No |
Inisal |
umur |
Hasil laboratorium |
Keterangan |
||
|
Kolesterol (mg/dl) |
Asam urat (mg/dl) |
Lama merokok |
Olahraga |
|||
|
1. |
JH |
24 |
163 |
7.3 |
5 |
Iya |
|
2. |
IH |
21 |
150 |
5.0 |
2 |
Tidak |
|
3. |
YI |
20 |
188 |
11.0 |
1 |
Tidak |
|
4. |
IP |
20 |
124 |
6.1 |
2 |
Iya |
|
5. |
AZ |
18 |
208 |
5.5 |
3 |
Iya |
|
6. |
IA |
23 |
212 |
4.2 |
4 |
Tidak |
|
7. |
IR |
20 |
201 |
7.2 |
5 |
Tidak |
|
8. |
SP |
19 |
192 |
5.0 |
2 |
Tidak |
|
9. |
IZ |
19 |
195 |
6.3 |
1 |
Iya |
|
10. |
ZB |
21 |
161 |
4.5 |
2 |
Tidak |
|
11. |
HB |
22 |
211 |
8.7 |
3 |
Tidak |
|
12. |
HF |
20 |
153 |
7.2 |
1 |
Iya |
|
13. |
HP |
24 |
182 |
4.0 |
7 |
Iya |
|
14 |
BK |
25 |
125 |
6.0 |
6 |
Tidak |
|
15. |
IA |
20 |
130 |
5.6 |
3 |
Iya |
|
Nilai rata-rata |
182 |
6.0 |
|
|||
|
Nilai tertinggi |
212 |
11.0 |
||||
|
Nilai terendah |
124 |
4.0 |
||||
Berdasarkan data pada
tabel hasil laboratorium bisa dilihat nilai rata-rata dari124-212 adalah 182,
dan pada hasil pemeriksaan asam urat dapat dilihat nilai rata-rata dari
4.0-11.0 adalah 6.0.
Dilihat dari nilai rata-rata kolesterol remaja peminum kopi yang tidak
merokok yaitu 170 mg/dl dan remaja peminum kopi yang merokok yaitu 182 mg/dl,
sehingga di dapat nilai selisih yaitu 12
dan rata-rata kadar asam urat remaja peminum kopi yang tidak merokok
yaitu 6.2 mg/dl dan remaja peminum kopi yang merokok yaitu 6.0 mg/dl sehingga
di dapatkan niilai selisih yaitu 2, berdasarkan nilai rata-rata dari 2 tabel di
atas dapat diketahui bahwa ada perbedaan pada hasil median atau rata-rata pada
sampel kolesterol dan asam urat remaja merokok yang mengkonsumsi kopi dan tidak
mengonsumsi kopi.
Dari data yang di dapatkan di lakukan
beberapa uji pada sampel yang sudah di dapatkan yaitu dengan uji independent
sampel t test dengan beberapa uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji
homogenitas.
1.
Uji prasyarat
a)
Uji normalitas
Uji normalitas
digunakan untuk menguji apakah dalam
sebuah model pair test mempunyai distribusi normal atau tidak. Model
pair test yang baik adalah memiliki distribusi normal dan
mendekati normal. Suatu distribusi dikatakan normal jika taraf
signifikannya >
0,05, sedangkan jika
taraf
signifikannya <
0,05 maka distribusinya dikatakan tidak
normal. Pada pembacaan hasil
uji normalitas ini menggunakan tabel shapiro
wilk di karenakan jumlah sampel tidak lebih dari 30 sampel, Berikut adalah data dari uji shapiro wilk yang tertera pada tabel 4.3. pada penelitian ini uji normalitas dianalisis menggunakan SPSS 22.0
Tabel
4.3
uji normalitas sample kolesterol dan asam urat
|
Tests of
Normality |
||||
|
|
Keterangan |
Shapiro-Wilk |
||
|
|
Statistic |
df |
Sig. |
|
|
Kolesterol |
Tidak Merokok |
.929 |
15 |
.260 |
|
Merokok |
.889 |
15 |
.065 |
|
|
Asam Urat |
Tidak Merokok |
.893 |
15 |
.075 |
|
Merokok |
.906 |
15 |
.118 |
|
Berdasarkan Pada tabel uji normalitas kolesterol di atas, tabel yang di
baca yaitu tabel shapiro wilk dikarenakan jumlah sampel tidak lebih dari 30
sampel. Pada tabel shapiro wilk dapat
diketahui nilai sig pada pada sampel yang tidak merokok dan merokok > 0.05
bisa di ambil kesimpulan bahwa hasil uji normalitas kolesterol ini
berdistribusi normal.
b)
Uji homogenitas
Uji homogenitas bertujuan untuk
mengetahui apakah kedua variabel mempunyai varian yang sama atau tidak. Jika
kedua variabel tersebut mempunyai varian yang sama maka kelompok tersebut
dikatakan homogen. Apabila homogenitas terpenuhi maka peneliti dapat melakukan
selanjutnya. Untuk mempermudah dalam analisa data, maka peneliti
menggunakan program SPSS.
Interprestasi uji homogen
dapat dilihat melalui nilai signifikan. Jika nilai signifikan > 0,05
maka data dapat dikatakan homogen.
Tabel
4.4 uji homogenitas kolesterol dan asam urat
|
Test
of Homogeneity of Variances |
|||
|
Sampel Cholesterol |
|||
|
Levene Statistic |
df1 |
df2 |
Sig. |
|
.872 |
1 |
28 |
.358 |
|
Sampel Asam Urat |
|||
|
Levene Statistic |
df1 |
df2 |
Sig. |
|
.086 |
1 |
28 |
.851 |
Berdasarkan dari tabel uji normalitas pada sampel kolesterol di atas di
dapatkan nilai sig pada tabel tabel uji homogenitas data kolesterol yaitu 0,851> 0,05 dan pada tabel uji
homogenitas data asam urat yaitu 0,086 > 0,05 bisa di ambil
kesimpulan bahwa sampel kolesterol dan asam urat homogen.
Kesimpulan
1.
Kadar
kolesterol rata-rata remaja perokok tidak minum kopi yaitu 170 mg/dl dan kadar
kolesterol rata-rata remaja perokok disertai minum kopi yaitu 182 mg/dl.
2.
Kadar
asam urat rata-rata remaja peminum kopi tidak merokok yaitu 6.2 mg/dl dan kadar
asam urat rata-rata remaja peminum kopi merokok yaitu 6.0 mg/dl.
3.
Hasil
uji independent sample t test didapatkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan
terhadap sampel remaja peminum kopi yang merokok dan remaja peminum kopi yang
tidak merokok.
Daftar Pustaka
Akhzami, D. R., Rizki, M., & Setyorini, R. H.
(2016). Perbandingan Hasil Point Of Care Testing (POCT) Asam Urat dengan
Chemistry Analyzer. Jurnal Kedokteran, 5(4), 15–19.
Astika, Y., Iswanto, R., Mandala, S., &
Kendari, W. (2018). Perbandingan Hasil Pemeriksaan Kadar Asam Urat Menggunakan
Metode Spketrofotometri Dan Metode Poct (Point Of Care Testing) Pada Pasien
Puskesmas Poasia Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra). In Jurnal MediLab Mandala
Waluya Kendari (Vol. 2, Issue 2).
devina ingrid, lily fathrah nabillah. (2018).
Activity Test of Suji Leaf Extract (Dracaena angustifolia Roxb.) on in vitro
cholesterol lowering. Jurnal Kimia Sains Dan Aplikasi, 2, 5.
Fahmi, N. F., Putri, D. A., Puteri, N., Prodi,
D., Kesehatan, A., Ngudia, S., Madura, H., & Prodi, M. (2020). Perbedaan
Kadar Asam Urat Pada Orang Yang Gemar Mengkonsumsi Kopi Dan Merokok Dengan
Orang Yang Hanya Gemar Mengkonsumsi Kopi. https://stikes-nhm.e-journal.id/JM/index
Hafezd As’ad, M., Murti, J., & Aji, M.
(2020). Faktor Yang Mempengaruhi Preferensi Konsumen Kedai Kopi Modern Di
Bondowoso Factors Affecting The Preference Of Modern Coffee Shop Consumers In
Bondowoso. In Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian (Vol. 13, Issue 2).
https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JSEP
Hutagalung, A. (2007). Asam
Urat dan Hiperuresemia.
Khotimah, Aini, & Atfal. (2018). Pengaruh
Kebiasaan Minum Kopi Terhadap Kadar Asam Urat Dan Kadar Kolesterol Pada
Peminum Kopi Hitam Di Desa Pijot Kabupaten Lombok Timur (Vol. 2, Issue 1).
www.lppm-mfh.com
Lutfia Oktarini, A., & Baitul Mukaromah, S.
(2015). Profil Kebugaran Dan Kadar Kolesterol Darah Pada Lansia Merokok Dan
Tidak Merokok. In Jssf (Vol. 44, Issue 4). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jssf
Luthfiyah, F., J., Wiwin Diarti, M., Pauzi, I.,
Rif, S., & Sabariah, ah. (2016). Poltekkes
Kemenkes Mataram, J., Prabu Rangkasari Dasan Cermen Mataram, Kadar Kolesterol
Total Pada Peminum Kopi Tradisional Di Dusun Sembung Daye Kecamatan Narmada
Kabupaten Lombok Barat Total Cholesterol Levels In Traditional Coffee Drinkers
Dusun Sembung Daye Narmada Lombok District West. In Jurnal Kesehatan Prima
(Vol. 10, Issue 1).
Mochamad Hafezd As’ad, &
Joni Murti Mulyo Aji. (2015). Perilaku Konsumsi Kopi Sebagai Budaya
Masyarakat Konsumsi (Vol. 4, Issue 1).
Nada Adhima El Hasna, F., Cahyo, K., Widagdo, L.,
Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM UNDIP, M., Bagian Promosi
Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM UNDIP, D., & Bagian Promosi Kesehatan dan
Ilmu Perilaku, D. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan
Rokok Elektrik Pada Perokok Pemuladi Sma Kota Bekasi (Vol. 5).
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm
Nasir, M., Analis, J., Poltekkes, K., &
Makassar, K. (2017). Gambaran Asam Urat Pada Lansia Di Wilayah Kampung Selayar
Kota Makassar. Jurnal Media Analis Kesehatan, 8(2).
http://journal.poltekkes-mks.ac.id/ojs2/index.php/mediaanalis
Prihatiningsih, D., Luh Putu Devhy, N., Setya
Purwanti, I., Wayan Desi Bintari, N., & Gde Oka Widana STIKes Wira Medika
Bali, A. (2020). Penyuluhan Bahaya Rokok Untuk Meningkatkan Kesadaran
Remaja Mengenai Dampak Buruk Rokok Bagi Kesehatan Di Smp Tawwakal Denpasar.
http://jpk.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id
Ratna, D., Pramita, A., Haryanto, E., &
Arifin, S. (2021). Perbedaan Kadar Asam Urat Pada Lansia Menggunakan Metode
Poct (Point Of Care Testing) Dengan Metode Enzimatik Kolorimetri Di Puskesmas
Bangunsari Kabupaten Madiun. Jurnal Analis Kesehatan Sains, 10,
26–30. http://journal.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/ANKES
Sanhia, A. M., Pangemanan, D. H. C., & Engka,
J. N. A. (2015). Gambaran Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein (Ldl) Pada
Masyarakat Perokok Di Pesisir Pantai. In Jurnal e-Biomedik (eBm) (Vol.
3, Issue 1).
Setiyawan. (2013). Kadar Asam Urat PadaSopir
Angkutan Wisata Wahyu Baruna Sanur yang terletak di Pantai Sanur. Journal
of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Soleha, M. (2012). kadar kolesterol tinggi dan
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kadar kolesterol darah.
Wahyuningsih, R. (2020). Pemeriksaan Asam Urat
Dan Kolesterol Di Lapas Pangkalan Bun. Jurnal Borneo Cendikia, 4,
6.
Wahyu Widyanto, F. (2017). Artritis Gout Dan
Perkembangannya. Saintika Medika, 10(2), 145.
https://doi.org/10.22219/sm.v10i2.4182
Wirotomo, T. S. (2019). Studi Deskriptif Kadar
Kolestrol, Gula Darah dan Asam Urat Berdasarkan Usia di Desa Bojong Kabupaten
Pekalongan. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12, 6.
Yani,
M. (2015). mengendalikan kadar kolesterol pada hiperkolesterolemia. Jurnal
Olahraga Prestasi, 11(mengendalikan kadar kolesterol pada
hiperkolesterolemia), 7.
Yusrita, E., Aini, D., Mega, D., Irawan, P.,
Analis, J., Klinikal, K., Pratiwi Irawan, M., Kesehatan, A., Farmasi, F.,
& Kesehatan, I. (2022). Gambaran Kadar Kolesterol Pada Peminum Kopi Di
Kelurahan Teluk Air Kecamatan Karimun. In Klinikal Sains (Vol. 10,
Issue 1). http://jurnal.univrab.ac.id/index.php/klinikal
zufarisky Sarel, kristina simauntak. (2020).
pengaruh pemberian ekstrak teh hijau(camellia sinensis L.) Terhadap Penurunan
Kadar Kolesterol Total Tikus Wistar(Rattus Norvegicus) Diabetes Induksi
Alokan. Jurnal Sehat Mandiri,
Komentar
Posting Komentar