JURNAL PENGARUH MEROKOK PADA REMAJA PEMINUM KOPI TERHADAP KADAR KOLESTEROL DAN ASAM URAT DARAH DI DUSUN KERUJUK KABUPATEN LOMBOK UTARA

Origin by albi khatam, 21 juli 2023

Pengaruh Merokok Pada Remaja Peminum Kopi Terhadap Kadar Kolesterol dan Asam Urat Darah Di Dusun Kerujuk  Kabupaten Lombok Utara

 

Albi Khatam1, Pancawati Ariami2, Fihiruddin3, Zainal Fikri4

1234 Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia

 

 

 

ABSTRACT

 

Article Info

Background: Coffee contains cafestol and kahweol compounds that can affect lipid profiles resulting in an increase in serum levels of Low density lipoprotein (LDL) cholesterol, clogonic acid in coffee can inhibit the work process of xantine oxidase which oxidizes hypoxanthine into xanthine which forms uric acid. Coffee drinkers in smokers can increase the secretion of catecholamines which can cause an increase in cholesterol.

Research Objective: Knowing the effect of smoking in traditional coffee-drinking adolescents on increasing cholesterol and uric acid blood levels in Kerujuk Hamlet, North Lombok Regency.

Research Methods: This study is a study with analytical obsevational method, with a total sample of 30 samples. For data analysis using independent sample T test.

Research Results: The results of the independent sample t test showed no significant difference in the effect of drinking coffee on smokers who drink coffee and smokers who do not drink coffee. The test is reinforced by the results of the average of the two samples, it is known that there is a difference in difference, in the results of cholesterol getting a difference of 12 and in the average results of uric acid with a difference of 2.

Conclusion: There is no significant difference in adolescent smokers who do not drink coffee and adolescent smokers who drink coffee.

 

 

 

Article history:

Received xxxxxxxxxx

Revised xxxxxxxxxx

Accepted xxxxxxxxx

 

 

Keyword: Cholesterol, Uric Acid, coffee, Teenagers, Smokers.

 

 

ABSTRAK  (bahasa Indonesia) 

Latar Belakang: Kopi mengandung senyawa kafestol dan kahweol  yang bisa mempengaruhi profil lipid sehingga terjadi peningkatan kadar serum kolesterol Low density lipoprotein (LDL), asam klogonerat pada kopi bisa menghambat proses kerja xantine oxidase yang mengoksidasi hipoxanthine menjadi xanthine yang membentuk asam urat. Peminum kopi pada perokok bisa meningkatkan sekesi katekolamin yang bisa menyebabkan peningkatan kolesterol.

Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh merokok pada remaja peminum kopi tradisional terhadap peningkatan kadar kolesterol dan asam urat darah di Dusun Kerujuk Kabupaten Lombok Utara.

Metode Penelitan : Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode obsevasional analitik, dengan jumlah sampel sejumlah 30 sampel. Untuk analisis data menggunakan independent sampel T test.

Hasil Penelitian : Hasil uji independent sample t test menunjukan tidak ada perbedaan signifan terhadap pengaruh meminum kopi pada perokok yang minum kopi dan perokok tidak minum kopi. Uji tersebut di perkuat dengan hasil rerata dua sampel tersebut di ketahui ada perbedaan selisih, pada hasil kolesterol di dapatkan selisih 12 dan pada hasil rerata asam urat dengan selisih 2.

Kesimpulan : Tidak ada perbedaan signifikan pada remaja perokok tidak minum kopi dan remaja perokok peminum kopi.

 

 

 Kata Kunci : Kolesterol, Asam Urat, kopi, Remaja, Perokok.

 


Pendahuluan

Kopi merupakan minuman yang banyak digemari oleh masyarakat dunia, termasuk juga di Indonesia. Indonesia menghasilkan kopi Robusta lebih banyak yaitu sekitar 93% dibandingkan dengan kopi  Arabika. Berdasarkan data yang didapatkan dari  Asosiasi Eksportir Kopi  Indonesia (AEKI), Tingkat konsumsi kopi nasional pada tahun 2017 menunjukkan angka sebesar 0,798 kg/kapita/tahun. Hasil survei menunjukkan tingkat konsumsi kopi nasional pada tahun 2017 mengalami penurunan pertumbuhan yaitu sebesar 8,38%. Pada tahun 2013 merupakan tahun dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 28,92% dengan konsumsi kopi sebesar 1.371 kg/kapita/tahun. Secara berturut-turut dari tahun 2010 hingga tahun 2017 tingkat konsumsi kopi nasional mengalami Fluktuasi dengan angka pertumbuhan rata-rata sebesar 2,11%. Jumlah pengkonsumsi kopi di era modern ini mulai meningkat khususnya di wilayah perkotaan (As’ad et al., 2020).

Kopi adalah campuran kimiawi yang mengandung lebih dari seribu zat molekul yang berbeda, termasuk karbohidrat, lipid, senyawa nitrogen dan fenolik, vitamin, mineral, dan alkaloid. Kafein, kafestol, kahweol, dan asam klorogenat. Senyawa  kafestol  dan  kahweol pada kopi  adalah  alkohol  diterpen  pentasiklik yang bersifat anti kanker dan hepatoprotektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafestol dan kahweol dalam jumlah konsumsi berlebih dapat meningkatkan kolesterol low density lipoprotein (LDL) plasma dan peningkatan  homosistein  yang  mungkin  secara  tidak  langsung  meningkatkan risiko penyakit kardivaskuler. Senyawa polifenol(asam klogonerat) pada kopi dapat menghambat kerja xantine oxidase yang bekerja mengoksidasi hipoxanthine menjadi xantine oxidase yang selanjutnya membentuk asam urat (Khotimah et al., 2018).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada enam faktor utama orang minum  kopi,  yaitu  mencegah  rasa  kantuk,  merelaksasi  pikiran,  menyegarkan napas, rasanya nikmat, alasan kesehatan, dan dapat mengurangi depresi. Budaya minum kopi juga dikatakan tidak memandang usia dan gender, sama halnya seperti merokok berdasarkan survey yang di lakukan oleh peneliti didapatkan hasil bahwa rata-rata perokok selalu merokok juga di barengi dengan kopi. Perilaku  merokok merupakan perilaku yang membakar salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap, dan/atau dihirup termasuk rokok kretek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nicotina tabacum, nicotina rustica dan spesies lainnya atau sintesisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan. Kebiasaan  merokok ini biasanya oleh masyarakat Indonesia dipadukan dengan menikmati secangkir kopi yang katanya menambah nikmat dari rokok yang sedang dihisap tersebut. (Fahmi et al., 2020)

Di dalam rokok sendiri juga terdapat banyak kandungan di antaranya yaitu kadar nikotin dan tar, Di dalam setiap jenis rokok terdapat jumlah nikotin dan tar yang berbeda-beda, merokok dapat meningkatkan kolesterol LDL dan Trigliserid disebabkan karena karbonmonoksida (CO) di dalam asap rokok menggantikan tempat  oksigen  di  hemoglobin, sehingga menggangu pelepasan oksigen, dan mempercepat terjadinya atheriosclerosis (pengapuran dinding pembuluh darah). Karbonmonoksida (CO) dapat menurunkan kapasitas latihan fisik, meningkatkan viskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah (Lutfia et al. 2015).

Selain merokok dan minum kopi, makanan juga merupakan pemicu utama terhadap tingginya kadar kolesterol dan asam urat. Pada umumnya, setiap   orang   memiliki  asam  urat   di dalam tubuh karena pada setiap metabolisme   normal   dihasilkan   asam urat. Sedangkan pemicunya adalah makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin, tubuh menyediakan 85  persen  senyawa  purin  untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15 persen(makanan au). Sekitar separuh kolesterol tubuh dibuat oleh  tubuh  sendiri  dan  sisanya  diperoleh dari makanan yang kita makan sehari-hari. Hepar dan usus masing-masing menghasil- kan sekitar 10% dari sintesis total pada manusia. Hampir semua jaringan yang memiliki sel berinti dapat membentuk kolesterol, yang berlangsung di retikulum endoplasma dan sitosol. Kolesterol dapat ditemukan dari berbagai makanan seperti daging sapi, kambing, babi, ayam, dan ikan. Kolesterol sangat diperlukan untuk berbagai macam fungsi, seperti dalam pembuatan hormone, membentuk dinding sel dan lain-lain (Sanhia et al., 2015).

Mengonsumsi kopi di sertai merokok dan makan makanan yang banyak mengandung lemak dan purin sangat tidak baik untuk kesehatan, hal itu akan menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit salah satunya apabila banyak lemak jahat dalam tubuh atau hipercholesterolemia maka akan meningkatkan resiko terkena Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang di sebabkan meningkatnya kadar LDL di dalam darah sehingga menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah dan juga bisa mengakibatkan stroke, dan peningkatan kadar asam urat atau hiperuricemia juga bisa memicu batu ginjal, kerusakan pada sendi, dan juga diabetes (Sanhia et al., 2015).

Berdasarkan dari latar belakang yang sudah di paparkan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh merokok pada remaja peminum Kopi Tradisional Terhadap Kadar Kolesterol dan Asam Urat Darah di Dusun Kerujuk Kabupaten Lombok Utara”.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode obsevasional analitik. Dalam penelitian ini di lakukan pemeriksaan kadar kolesterol dan asam urat terhadap remaja peminum kopi dan juga perokok, sebelum pemeriksaan di berikan kuesioner terkait lama merokok, makanan yang di konsumsi satu minggu terakhir, dan apakah rutin berolahraga.

Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dimana pengumpulan data, baik variabel independen maupun variabel dependen, dilakukan secara bersama-sama atau sekaligus. Dan untuk mendapatkan jawaban dari landasan teori mengenai pengaruh merokok pada remaja peminum kopi terhadap kadar kolesterol dan asam urat darah di dusun kerujuk kabupaten lombok utara.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Sampel yang di gunakan pada penelitian ini berjumlah 30 sampel dengan rincian 15 remaja yang minum kopi tidak merokok, dan 15 remaja yang meminum kopi yang merokok. Adapun hasil pemeriksaan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.1 hasil pemeriksaan kolesterol dan asam urat remaja minum kopi yang tidak merokok

No

Inisal

umur

Hasil laboratorium

Keterangan

Kolesterol (mg/dl)

Asam urat (mg/dl)

Lama merokok

olahraga

1.

SA

21

160

8.8

 

Tidak

2.

FQ

20

201

5.2

 

Iya

3.

IR

23

200

6.9

 

Iya

4.

AF

19

204

4.1

 

Iya

5.

MG

20

183

6.2

 

Tidak

6.

ZQ

20

172

7.0

 

Tidak

7.

AH

18

161

12.0

 

Tidak

8.

RP

20

134

5.6

 

Iya

9.

ZK

21

120

4.9

 

Iya

10.

NZ

23

124

6.0

 

Tidak

11.

IK

25

170

6.6

 

Tidak

12.

MR

23

163

7.2

 

Iya

13.

FK

21

206

4.4

 

Tidak

14

JD

20

142

5.0

 

Iya

15.

RZ

19

192

8.2

 

Tidak

Nilai rata-rata

170

6.2

 

Nilai tertinggi

206

12.1

Nilai terendah

120

4.1

Berdasarkan data pada tabel hasil laboratorium bisa dilihat nilai rata-rata kolesterol dari 120 – 206 adalah 170, dan pada hasil pemeriksaan asam urat dapat dilihat nilai rata-rata asam urat 4.1-12.1 adalah 6.2.

 

Tabel 4.2 hasil pemeriksaan kolesterol dan asam urat remaja peminum kopi yang merokok

No

Inisal

umur

Hasil laboratorium

Keterangan

Kolesterol (mg/dl)

Asam urat (mg/dl)

Lama merokok

Olahraga

1.

JH

24

163

7.3

5

Iya

2.

IH

21

150

5.0

2

Tidak

3.

YI

20

188

11.0

1

Tidak

4.

IP

20

124

6.1

2

Iya

5.

AZ

18

208

5.5

3

Iya

6.

IA

23

212

4.2

4

Tidak

7.

IR

20

201

7.2

5

Tidak

8.

SP

19

192

5.0

2

Tidak

9.

IZ

19

195

6.3

1

Iya

10.

ZB

21

161

4.5

2

Tidak

11.

HB

22

211

8.7

3

Tidak

12.

HF

20

153

7.2

1

Iya

13.

HP

24

182

4.0

7

Iya

14

BK

25

125

6.0

6

Tidak

15.

IA

20

130

5.6

3

Iya

Nilai rata-rata

182

6.0

 

Nilai tertinggi

212

11.0

Nilai terendah

124

4.0

Berdasarkan data pada tabel hasil laboratorium bisa dilihat nilai rata-rata dari124-212 adalah 182, dan pada hasil pemeriksaan asam urat dapat dilihat nilai rata-rata dari 4.0-11.0 adalah 6.0.

Dilihat dari nilai rata-rata kolesterol remaja peminum kopi yang tidak merokok yaitu 170 mg/dl dan remaja peminum kopi yang merokok yaitu 182 mg/dl, sehingga di dapat nilai selisih yaitu 12  dan rata-rata kadar asam urat remaja peminum kopi yang tidak merokok yaitu 6.2 mg/dl dan remaja peminum kopi yang merokok yaitu 6.0 mg/dl sehingga di dapatkan niilai selisih yaitu 2, berdasarkan nilai rata-rata dari 2 tabel di atas dapat diketahui bahwa ada perbedaan pada hasil median atau rata-rata pada sampel kolesterol dan asam urat remaja merokok yang mengkonsumsi kopi dan tidak mengonsumsi kopi.

Dari data yang di dapatkan di lakukan beberapa uji pada sampel yang sudah di dapatkan yaitu dengan uji independent sampel t test dengan beberapa uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas.

1.       Uji prasyarat

a)       Uji normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model pair test mempunyai distribusi normal atau tidak. Model pair test yang baik adalah memiliki distribusi normal dan mendekati normal. Suatu distribusi dikatakan normal jika taraf signifikannya > 0,05, sedangkan jika taraf signifikannya < 0,05 maka distribusinya dikatakan  tidak  normal.  Pada pembacaan hasil uji normalitas ini menggunakan tabel shapiro wilk di karenakan jumlah sampel tidak lebih dari 30 sampel, Berikut  adalah data dari uji shapiro wilk yang tertera pada tabel 4.3. pada penelitian ini uji normalitas dianalisis menggunakan  SPSS 22.0

Tabel 4.3 uji normalitas sample kolesterol dan asam urat

Tests of Normality

 

Keterangan

Shapiro-Wilk

 

Statistic

df

Sig.

Kolesterol

Tidak Merokok

.929

15

.260

Merokok

.889

15

.065

Asam Urat

Tidak Merokok

.893

15

.075

Merokok

.906

15

.118

 

Berdasarkan Pada tabel uji normalitas kolesterol di atas, tabel yang di baca yaitu tabel shapiro wilk dikarenakan jumlah sampel tidak lebih dari 30 sampel. Pada tabel shapiro wilk dapat diketahui nilai sig pada pada sampel yang tidak merokok dan merokok > 0.05 bisa di ambil kesimpulan bahwa hasil uji normalitas kolesterol ini berdistribusi normal.

b)       Uji homogenitas

Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah kedua variabel mempunyai varian yang sama atau tidak. Jika kedua variabel tersebut mempunyai varian yang sama maka kelompok tersebut dikatakan homogen. Apabila homogenitas terpenuhi maka peneliti dapat melakukan selanjutnya. Untuk mempermudah dalam analisa data, maka peneliti menggunakan  program  SPSS.  Interprestasi  uji  homogen  dapat dilihat melalui nilai signifikan. Jika nilai signifikan > 0,05 maka data dapat dikatakan homogen.

Tabel 4.4 uji homogenitas kolesterol dan asam urat

Test of Homogeneity of Variances

Sampel Cholesterol

Levene Statistic

df1

df2

Sig.

.872

1

28

.358

Sampel Asam Urat

Levene Statistic

df1

df2

Sig.

.086

1

28

.851

 

Berdasarkan dari tabel uji normalitas pada sampel kolesterol di atas di dapatkan nilai sig pada tabel tabel uji homogenitas data kolesterol yaitu 0,851> 0,05 dan pada tabel uji homogenitas data asam urat yaitu 0,086 > 0,05  bisa di ambil kesimpulan bahwa sampel kolesterol dan asam urat homogen.

 


Kesimpulan

1.       Kadar kolesterol rata-rata remaja perokok tidak minum kopi yaitu 170 mg/dl dan kadar kolesterol rata-rata remaja perokok disertai minum kopi yaitu 182 mg/dl.

2.       Kadar asam urat rata-rata remaja peminum kopi tidak merokok yaitu 6.2 mg/dl dan kadar asam urat rata-rata remaja peminum kopi merokok yaitu 6.0 mg/dl.

3.       Hasil uji independent sample t test didapatkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan terhadap sampel remaja peminum kopi yang merokok dan remaja peminum kopi yang tidak merokok.

Daftar Pustaka

Akhzami, D. R., Rizki, M., & Setyorini, R. H. (2016). Perbandingan Hasil Point Of Care Testing (POCT) Asam Urat dengan Chemistry Analyzer. Jurnal Kedokteran, 5(4), 15–19.

Astika, Y., Iswanto, R., Mandala, S., & Kendari, W. (2018). Perbandingan Hasil Pemeriksaan Kadar Asam Urat Menggunakan Metode Spketrofotometri Dan Metode Poct (Point Of Care Testing) Pada Pasien Puskesmas Poasia Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra). In Jurnal MediLab Mandala Waluya Kendari (Vol. 2, Issue 2).

devina ingrid, lily fathrah nabillah. (2018). Activity Test of Suji Leaf Extract (Dracaena angustifolia Roxb.) on in vitro cholesterol lowering. Jurnal Kimia Sains Dan Aplikasi, 2, 5.

Fahmi, N. F., Putri, D. A., Puteri, N., Prodi, D., Kesehatan, A., Ngudia, S., Madura, H., & Prodi, M. (2020). Perbedaan Kadar Asam Urat Pada Orang Yang Gemar Mengkonsumsi Kopi Dan Merokok Dengan Orang Yang Hanya Gemar Mengkonsumsi Kopi. https://stikes-nhm.e-journal.id/JM/index

Hafezd As’ad, M., Murti, J., & Aji, M. (2020). Faktor Yang Mempengaruhi Preferensi Konsumen Kedai Kopi Modern Di Bondowoso Factors Affecting The Preference Of Modern Coffee Shop Consumers In Bondowoso. In Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian (Vol. 13, Issue 2). https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JSEP

Hutagalung, A. (2007). Asam Urat dan Hiperuresemia.

Khotimah, Aini, & Atfal. (2018). Pengaruh Kebiasaan Minum Kopi Terhadap Kadar Asam Urat Dan Kadar Kolesterol Pada Peminum Kopi Hitam Di Desa Pijot Kabupaten Lombok Timur (Vol. 2, Issue 1). www.lppm-mfh.com

Lutfia Oktarini, A., & Baitul Mukaromah, S. (2015). Profil Kebugaran Dan Kadar Kolesterol Darah Pada Lansia Merokok Dan Tidak Merokok. In Jssf (Vol. 44, Issue 4). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jssf

Luthfiyah, F., J., Wiwin Diarti, M., Pauzi, I., Rif, S., & Sabariah, ah. (2016). Poltekkes Kemenkes Mataram, J., Prabu Rangkasari Dasan Cermen Mataram, Kadar Kolesterol Total Pada Peminum Kopi Tradisional Di Dusun Sembung Daye Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Total Cholesterol Levels In Traditional Coffee Drinkers Dusun Sembung Daye Narmada Lombok District West. In Jurnal Kesehatan Prima (Vol. 10, Issue 1).

Mochamad Hafezd As’ad, & Joni Murti Mulyo Aji. (2015). Perilaku Konsumsi Kopi Sebagai Budaya Masyarakat Konsumsi (Vol. 4, Issue 1).

Nada Adhima El Hasna, F., Cahyo, K., Widagdo, L., Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM UNDIP, M., Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM UNDIP, D., & Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, D. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Rokok Elektrik Pada Perokok Pemuladi Sma Kota Bekasi (Vol. 5). http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

Nasir, M., Analis, J., Poltekkes, K., & Makassar, K. (2017). Gambaran Asam Urat Pada Lansia Di Wilayah Kampung Selayar Kota Makassar. Jurnal Media Analis Kesehatan, 8(2). http://journal.poltekkes-mks.ac.id/ojs2/index.php/mediaanalis

Prihatiningsih, D., Luh Putu Devhy, N., Setya Purwanti, I., Wayan Desi Bintari, N., & Gde Oka Widana STIKes Wira Medika Bali, A. (2020). Penyuluhan Bahaya Rokok Untuk Meningkatkan Kesadaran Remaja Mengenai Dampak Buruk Rokok Bagi Kesehatan Di Smp Tawwakal Denpasar. http://jpk.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id

Ratna, D., Pramita, A., Haryanto, E., & Arifin, S. (2021). Perbedaan Kadar Asam Urat Pada Lansia Menggunakan Metode Poct (Point Of Care Testing) Dengan Metode Enzimatik Kolorimetri Di Puskesmas Bangunsari Kabupaten Madiun. Jurnal Analis Kesehatan Sains, 10, 26–30. http://journal.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/ANKES

Sanhia, A. M., Pangemanan, D. H. C., & Engka, J. N. A. (2015). Gambaran Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein (Ldl) Pada Masyarakat Perokok Di Pesisir Pantai. In Jurnal e-Biomedik (eBm) (Vol. 3, Issue 1).

Setiyawan. (2013). Kadar Asam Urat PadaSopir Angkutan Wisata Wahyu Baruna Sanur yang terletak di Pantai Sanur. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Soleha, M. (2012). kadar kolesterol tinggi dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kadar kolesterol darah.

Wahyuningsih, R. (2020). Pemeriksaan Asam Urat Dan Kolesterol Di Lapas Pangkalan Bun. Jurnal Borneo Cendikia, 4, 6.

Wahyu Widyanto, F. (2017). Artritis Gout Dan Perkembangannya. Saintika Medika, 10(2), 145. https://doi.org/10.22219/sm.v10i2.4182

Wirotomo, T. S. (2019). Studi Deskriptif Kadar Kolestrol, Gula Darah dan Asam Urat Berdasarkan Usia di Desa Bojong Kabupaten Pekalongan. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12, 6.

Yani, M. (2015). mengendalikan kadar kolesterol pada hiperkolesterolemia. Jurnal Olahraga Prestasi, 11(mengendalikan kadar kolesterol pada hiperkolesterolemia), 7.

Yusrita, E., Aini, D., Mega, D., Irawan, P., Analis, J., Klinikal, K., Pratiwi Irawan, M., Kesehatan, A., Farmasi, F., & Kesehatan, I. (2022). Gambaran Kadar Kolesterol Pada Peminum Kopi Di Kelurahan Teluk Air Kecamatan Karimun. In Klinikal Sains (Vol. 10, Issue 1). http://jurnal.univrab.ac.id/index.php/klinikal

zufarisky Sarel, kristina simauntak. (2020). pengaruh pemberian ekstrak teh hijau(camellia sinensis L.) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Total Tikus Wistar(Rattus Norvegicus) Diabetes Induksi Alokan. Jurnal Sehat Mandiri,

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEMERIAHAN PERINGATAN HARI GURU KE 73 DI SMAN 1 PEMENANG LOMBOK UTARA